Minggu, 19 Januari 2014

Saklar Manual

bentuk word download disini




Saklar Manual 

Saklar manual ialah saklar yang berfungsi menghubung dan memutuskan arus listrik yang dilakukan secara langsung oleh orang yang mengoperasikannya. Dengan kata lain pengoperasian saklar ini langsung oleh manusia tidak menggunakan alat bantu. Sehingga dapat juga disebut saklar mekanis. Pada saat saklar memutus dan menghubung, pada kontak saklar akan terjadi percikan bunga api terutama pada beban yang besar dan tegangan yang tinggi. Karena itu gerakan memutus dan menghubung saklar harus dilakukan secara cepat sehingga percikan bunga api yang terjadi kecil. Dengan saklar ini motor listrik dapat dihubungkan langsung dengan jala-jala (direct on line), atau dapat pula saklar ini digunakan sebagai starter (alat asut) pada motor-motor listrik 3 fasa daya kecil.

1. Saklar SPST (Single Pole Single Throw Switch)
Saklar SPST adalah saklar yang terdiri dari satu kutub dengan satu arah, Fungsinya untuk memutus dan menghubung saja. Saklar jenis SPST ini hanya digunakan pada motor dengan daya kurang dari 1 PK.

2. Sakelar SPDT (Single Pole Double Throw Switch)
Saklar SPDT adalah saklar yang terdiri dari satu kutub dengan dua arah hubungan. Saklar ini dapat bekerja sebagai penukar. Pemutusan dan penghubungan hanya bagian kutub positif atau fasanya saja.

3. Saklar DPST (Double Pole Single Throw Switch)
Saklar DPST adalah saklar yang terdiri dari dua kutub dengan satu arah. Jadi hanya dapat memutus dan menghubung saja.

4. Saklar DPDT (Double Pole Double Throw Switch)
Saklar DPDT adalah saklar yang terdiri dari dua kutub dengan dua arah. Sakelar jenis ini dapat bekerja sebagai penukar. Pada instalasi motor dapat digunakan sebagai pembalik putaran motor arus searah dan motor satu fasa. Juga dapat digunakan sebagai pelayanan dua sumber tegangan pada satu motor.

5. Saklar TPST (Three Pole Single Throw Switch)
Saklar TPST adalah sakelar dengan satu arah pelayanan. Digunakan untuk melayani motor 3 fasa atau sistem 3 fasa lainnya.

6. Saklar TPDT (Three Pole Double Throw Switch)
Saklar TPDT adalah saklar dengan tiga kutub yang dapat bekerja ke dua arah. Saklar ini digunakan pada instalasi motor 3 fasa atau sistem 3 fasa lainnya. Juga dapat digunakan sebagai pembalik putaran motor 3 fasa, layanan motor 3 fasa dari dua sumber dan juga sebagai starter bintang segitiga yang sangat sederhana.

7. Drum Switch
Saklar Drum Switch adalah saklar yang mempunyai bentuk seperti drum dengan posisi handle (tangkai) penggerak memutus dan menghubung berada di ujungnya. Drum switch digunakan pada motor-motor kecil sebagai penghubung motor dengan jala-jala (sumber tegangan). Jenis saklar ini banyak dipakai pada industri dan perbengkelan. Drum switch biasanya dipasang pada dinding mesinnya. Pada bagian bawah sakelar terdapat lubang untuk pemasangan pipa

8. Cam switch (saklar putar cam)
Saklar ini adalah salah satu jenis dari sakelar manual. Cam switch banyak digunakan dalam rangkaian utama pada rangkaian kontrol. Misalnya untuk hubungan bintang segitiga, membalik putaran motor 1 fasa atau motor 3 fasa. Alat ini terdiri dari beberapa kontak, arah pemutaran dan sakelar akan mengubah kontak-kontak menutup atau membuka dan beroperasi dalam satu putaran.
a. pemutar (handle),
b. plat dengan simbol pengoperasian,
c. mekanis yang berputar yang menentukan langkah putaran saketar.

Sabtu, 18 Januari 2014

INSTALASI MOTOR LISTRIK TIGA FASA DENGAN KKB, STPST, STPDT



mau yg word download  disini


PRAKTIKUM 1
INSTALASI TENAGA LISTRIK
INSTALASI MOTOR LISTRIK TIGA FASA DENGAN
KKB, STPST, STPDT





OLEH :
Rozi Yusmadi
97631.09
PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO




JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012
INSTALASI MOTOR LISTRIK TIGA FASA DENGAN
KKB, STPST, STPDT

A.    Tujuan
Mahasiswa dapat memasang instalasi motor listrik tiga fasa dengan menggunakan berbagai saklar, seperti KKB ( Kotak Kontak Bantu), STPST ( Saklar Three Pole Single Throw), STPDT (Saklar Three Pole Double Throw). Serta dapat menemukan perbedaan dari masing-masing saklar secara fungsional.

B.     Teori Singkat
Saklar adalah salah satu alat yang berfungsi menghubung dan memutuskan arus listrik. Salah satu jenis saklar adalah saklar manual atau disebut juga dengan saklar mekanis yang mana pengoperasiannya harus dengan bantuan manusia. Untuk pemasangan saklar ini harus menggunakan penghantar pentanahan yang mana telah diatur di dalam Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000, pasal 3. 12. 2. 4)  yang berbunyi “ Pada penyambungan perlengkapan listrik dengan kabel fleksibel harus dipilih kabel fleksibel yang berpenghantar proteksi. Contoh saklar ini adalah KKB, STPST, dan STPDT yang dapat digunakan sebagai starter (alat asut) pada motor listrik 3 fasa berdaya kecil.

·      Saklar TPST ( Saklar Three Pole Single Throw)
U
Adalah saklar 3 kutub dengan satu arah pelayanan. Digunakan untuk melayani motor listrik 3 fasa atau sistem 3 fasa lainnya.
W
V
Gambar rangkaian Saklar TPST
Motor listrik tiga fasa dapat di kendalikan dengan menghidupkan dan mematikan dalam keadaan berbebandengan saklar Tree Pole Single True (TPST)


·      STPDT (Saklar Three Pole Double Throw)
Adalah saklar tiga kutup yang dapat bekerja ke dua arah putaran motor listrik. Putaran motor listrik tiga fasa dapat dirobah (dibalik) dari putaran semula apabila dua fasa yang masuk pada kumparan motor dipertukarkan dari sebelumnya (dibalik).
Saklar TPDT digunakan dalam pengoperasikan motor listrik tiga fasa secara manual. Hubungan pada terminal motor dibuat hubungan bintang ( terminal hubungan U1 dihubungkan dengan terminal U motor, terminal V1 dihubungkan dengan terminal V motor, terminal W1 dihubungkan dengan terminal W motor, dan terminal motor X, Y, Z dikopel. Terminal-terminal saklar TPDT dikopel U1-U2, V1-W2, dan W1-V2, sehingga putaran searah jarum jam untuk posisi 1 dan putaran sebaliknya untuk posisi 2.
U
V
W
2
0
1
C.    Alat dan Bahan
a.      
·         Obeng (+)
·         Jara
·         Mistar Kayu
·         Multimeter
·         Motor 3 fasa
·         KKB
·         STPST
Alat
·         Tang Kombinasi
·         Tang Kupas
·         Tang Potong
·         Tang Lancip
·         Tang Pembulat
·         Obeng (-)
b.     
·         STPDT
·         STPST
·         KKB
·         Pipa
·         MCB 3 Fasa
·         Kabel NYA 2,5 mm2 ( Merah)
·         Kabel NYA 2,5 mm2 ( Kuning)
·         Kabel NYA 2,5 mm2 ( Biru)
·         Kabel NYA 2,5 mm2 ( Hitam)

Bahan
·         Klem
·         Kontak Sambung
·         Elbow
·         Sekrup
·         Kwh 3 Fasa

D.    Langkah Kerja
1.      Gambarlah rangkaian dan letak komponen-komponen yang akan dipasang pada dinding kerja
2.   Buatlah kerangka rangkaian dengan memasang pipa, kotak sambung, klem, dan saklar, MCB, dan Kwh  yang digunakan sesuai dengan masing-masing posisinya.
3.   Potonglah  kabel NYM sesuai kebutuhan dan rangkai kabel tersebut sesuai dengan posisinya masing – masing.
4.   Setelah itu pastikan pasangan kabel yang akan disambung, sebelum kabel disambung bentuk ekor babi.
5.   Lakukanlah sambungan kabel secara ekor babi dan mata itik dengan benar dan hati-hati.
6.   Periksalah rangkaian kembali sebelum disambungkan dengan sumber listrik
7.   Jika rangkaian sudah benar susunlah sambungan kabel di dalam kotak sambung kemudian tutup dengan lasdop.
8.   Sambungkan rangkaian dengan sumber Listrik dan saklar dengan motor listrik
9.   Ujilah rangkaian anda
10.    Setelah praktek selesai kembalikan alat alat dan bersihkan ruangan kerja anda kembali.

E.    
40
40
Gambar Kerja
Kwh
3 Ø
10
MCB
3 Ø
60
60
60
40
40
10
 






40
STPDT
STPST
KKB
            

*ukuran dalam cm.



F.     Data
Adapun data yang dapat diambil dari kerja praktek ini adalah:
NO
Jenis Saklar
Keterangan
1.      
KKB
Saat pengujian semua sambungan dari sumber ke saklar dalam posisi benar. Sehingga kotak kontak dapat digunakan.
2.
TPST
Saat disambungkan dengan sumber dan saklar dalam posisi ON (tuas arah keatas), mengakibatkan motor berputar kearah kanan.
3.
TPDT
(posisi OFF saklar, Tuas berada di posisi tengah)
Saat disambungkan dengan sumber Listrik dan saklar dalam posisi ON (tuas arah Keatas), mengakibatkan motor berputar kearah kanan
Jika dibalikkan salah satu fasa dengan fasa yang lain, lalu disambungkan dengan sumber Listrik, dan saklar dalam posisi ON (tuas arah Kebawah), mengakibatkan motor berputar kearah kiri.

G.    Analisa data
Dari pelaksanaan dan pengujian hasil kerja Praktek dapat menunjukkan bahwa :
a.       Untuk masing-masing kabel terhitung panjangnya sebagai data berikut : ( sudah termasuk toleransi sebesar 10% :
1.    Fasa R (Merah)           : 500 cm
2.    Fasa S (Kuning)          : 500 cm
3.    Fasa T (Biru)               : 500 cm
4.    Netral ( Hitam)            : 270 cm
5.    PE (Kuning-Hijau)      : 500 cm
b.      Pada saat pengujian KKB 3 fasa, setiap titik fasa yang diujikan menunjukan adanya flow arus. Berarti rangkain dapat disimpulkan benar.
c.       Untuk saklar STPST yang hanya mempunyai satu arah putaran motor susunan fasanya tetap seperti standarnya ( R S T )
d.      Saklar TPDT adalah saklar dengan membentuk putaran motor dengan 2 arah berbeda. Perbedaan tersebut dikarenakan adanya 2 fasa dari sumber ke saklar yang posisinya dibalik, sebelum disambungkan ke motor 3 fasa. Dimana untuk arah pertama (kanan) susunannya fasanya tersusun sebagaiman standarnya ( R S T), sedangkan untuk putaran kedua (kiri) 2 buah susunan fasanya dibalik menjadi ( R T S ).
e.       Jika ada salah satu sambungan fasa yang pemasangannya tidak pas atau longgar akan mengakibatkan putaran motor yang dihasilkan lemah bahkan mungkin tidak berputar.
f.       Rangkaian ini menggunakan MCB yang berfungsi sebagai pengaman apabila ada gangguan seperti short circuit, sehingga wilayah gangguan dapat dibatasi, tidak sampai ke Kwh.
   
H.    Kesimpulan
·         Untuk KKB harus mempunyai penghantar Netralnya sebagai proteksi sebagaimana yang telah diatur dalam PUIL 2000.
·         Saklar TPST adalah saklar yang dapat menjadi sebagai saklar asut bagi motor 3 fasa yang berdaya kecil dengan 1 arah putaran motor.
·         Saklar TPDT adalah saklar yang dapat menjadi sebagai saklar asut bagi motor 3 fasa yang berdaya kecil dengan 2 arah putaran motor dengan cara membalik 2 fasanya.
·         Setiap rangkaian harus mempunyai kabel PE sebagai pengaman alat yang digunakan, hal ini sesuai dengan PUIL 2000.
·         Sambungan kabel yang digunakan hanyalah sambungan ekor babi.
·         Dalam praktikum penggunaan waktu harus seefisien mungkin
·         Kita harus bisa memperhitungkan panjang kabel dan pipa agar tidak banyak terbuang, untuk itu ketepatan pengukuran sangat di perlukan
·         Sebelum menyambungkan rangkaian ke sumber harus di tes dulu antar fasa dengan multitester agar tidak terjadi short pada rangkaian.

I.       Saran
1.      Sebelum melakukan penyambungan kabel, sebaiknya ditandai dulu masing-masing kabel, tindakan ini akan mempermudah pengerjaan dalam hal penyambungan kabel dan memperkecil resiko kesalahan.
2.      Gunakanlah warna-warna kabel yang sesuai dengan standart nasional atau internasional. Terlebih pada STPDT yang mempunyai banyak terminal, fungsi warna kabel dapat menentukan masing-masing fasa yang akan disambungkan atau yang harus dibalik.
3.      Dalam penyusunan sambungan dalam kotak sambung, haruslah hati-hati. Jangan sampai antar sambungan itu bersentuhan, karena akan mengakibatkan terjadinya short circuit.